Kamis, 28 Mei 2009

Dampak dan Konsekuensi Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pada Internet

Perkembangan Teknologi Informasi "Internet"

Teknologi merupakan produk dari perkembangan budaya serta ilmu pengetahuan manusia. Tujuan awal pencapaian ini adalah mempermudah atau membantu manusia untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Bentuk interaksi itu salah satunya adalah dengan berkomunikasi baik secara verbal maupun nonverbal. Namun kendala yang muncul adalah komunikasi antar individu yang terbatas ruang dan waktu. Sehingga munculah teknologi informasi yang diharapkan sebagai solusi. Maka diciptakanlah alat-alat telekomunikasi baik yang sederhana seperti peluit, bendera semaphore, hingga yang bersifat elektronis diawali dengan pesawat telegram, telepon, radio, televisi, hingga internet. Bahkan di masa kini, terjadi konvergensi antara beberapa piranti telekomunikasi seperti internet dan pesawat telepon. Perkembangannya sendiri terus berjalan mengiringi dinamisnya perkembangan peradaban.

Kompleksitasnya selalu meningkat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain menjadi alat komunikasi antar individu dalam piranti telepon, hasil teknologi informasi juga menjadi sumber informasi. Contohnya melalui televisi, radio, serta internet. Ada hal yang pantas dicermati karena dibanding televisi dan radio, internet menjadi produk teknologi informasi yang paling mutakhir. Internet memungkinkan bukan hanya komunikasi satu arah audio pada radio maupun audiovisual pada televisi namun selain audiovisual juga bersifat dua arah baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Internet juga memiliki fleksibilitas lain seperti tidak adanya batas negara sehingga biaya yang dikeluarkan bisa ditekan dan terbuka kesempatan inovasi ataupun pengembangan yang tak terbatas.

Produk teknologi informasi menjadi sebuah tuntutan di masyarakat modern yang memiliki posisi penting. Hal ini dikarenakan bisa mempengaruhi berbagai bidang kehidupan masyarakat masa kini. Hampir seluruh bidang kehidupan kini telah tersentuh hal ini. Contoh sederhananya mulai dari yang sifatnya individual seperti mencari hiburan atau informasi, antar individu seperti hubungan komunikasi antar orang tua dan anak yang terpisah jarak, sampai yang bersifat kolektif seperti di bidang ekonomi, pialang-pialang saham tentunya membutuhkan informasi tentang perkembangan bursa terbaru. Teknologi informasi telah menjadi bagian, kebutuhan, dan tuntutan dari kehidupan dan budaya masyarakat modern.

Dengan teknologi informasi manusia bukan hanya berhasil menemukan solusi batas komunikasi dan menembus batas-batas jarak,waktu, dan ruang namun juga mengubah bagaimana manusia cara manusia melakukan aktivitasnya. Dengan teknologi informasi manusia melakukan banyak efesiensi dalam aktivitas. Sehingga terjadi peningkatan produktivitas yang sangat signifikan. Taruhlan suatu perusahaan sebelum era komputerisasi yang masih menggunakan mesin ketik manual. Ketika dokumen harus dikirim ke cabang, mereka juga membutuhkan kurir. Namun ketika era komputerisasi datang ada banyak efesiensi. Dari segi biaya perusahaan akan mendapat penghematan karena tidak membutuhkan adanya perawatan dan pita tinta mesin ketik karena sudah tergantikan komputer. Komputerisasi juga membuka peluang perusahaan tidak usah menggunakan kertas lagi karena dokumen bisa dikirim ke cabang secara elektronis melalui jaringan internet. Ketika teknologi informasi masuk ke suatu bidang terbukti bahwa terjadi peningkatan efesiensi kerja. Namun layaknya pedang bermata dua, timbul ekses negatif konsekuensi dari efesiensi tersebut. Dalam contoh diatas seperti hilangnya peranan manusia (kurir) sehingga mengurangi lapangan kerja, rawannya data perusahaan terhadap serangan pihak luar karena menggunakan internet yang terdapat banyak celah untuk melakukan pencurian ataupun penyalahgunaan data perusahaan.
Dampak negatif tentu ada di semua hal, dan hal ini berlaku pula pada teknologi informasi. Namun dengan tujuan awal mempermudah kehidupan kita, seharusnya kita menyanggupi tantangan untuk meminimalisir hal negatif tersebut. Langkah preventif seperti melakukan edukasi dan sosialisasi pemanfaatan teknologi informasi yang baik dan sesuai peruntukannya sangat penting demi membangun kesadaran public. Di sisi lain langkah reaktif seperti UU ITE juga sangat penting dalam memberikan jaminan tindak lanjut dari penyalahgunaan teknologi informasi. UU ini menjadi tonggak sejarah bagi bangsa ini karena dengan perangkat hukum ini para penguna akhirnya mendapat suatu jaminan akan kontrol resiko dan dampak buruk yang awalnya sangat absurd.

Di Indonesia, perkembangan teknologi informasi telah dimulai sejak zaman kolonial Belanda. Pada tahun 1884 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan perusahaan swasta yang menyediakan jasa pos domesetik dan jasa telegram internasional. Jasa telepon tersedia pertama kalinya pada tahun 1882. Perusahaan yang didirikan oleh kolonial Belanda ini menjelma menjadi PT Telkom. Pada tahun 1990 hingga sekarang perkembangan teknologi informasi semakin pesat. Indonesia memulai era internet sekitar tahun 1990 dengan beberapa tokoh pelopor seperti RMS Ibrahim, Suryono, Adisoemarta, Muhammad ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo. Penyedia layanan internet (ISP) pertama IndoNet muncul pada tahun 1992. Kini kita sudah dapat menikmati jalur peta lebar degan kecepatan megabyte per detik. Mulai tahun 1992 mulai bermunculan perusahaan layanan telepon seluler swasta seperti PT Satelindo, PT Telkomsel, PT Excelcomindo Pratama, dll. Teknologi komunikasi seluler GSM dan CDMA terus berevolusi hingga sekarang. Evolusi teknologi komunikasi GSM umumnya terjadi pada layanan akses data seluler yang dimulai dengan layanan GPRS mulai tahun 2003, EDGE, 3G atau UTMS pada tahun 2006 hingga teknologi generasi 3,5 HSDPA yang mulai digelar tahun 2007 oleh PT Indosat. Tak lupa CDMA-EVDO yang sudah digelar oleh operator CDMA yang merupakan kelanjutan evolusi teknologi komunikasi nirkabel CDMA.

Pemerintah sendiri telah beritikad baik dengan menjalankan berbagai proyek untuk memajukan pemerataan infrastruktur teknologi informasi. Contohnya adalah jaringan telepon USO (Universal Service Obligation) sebagai usaha untuk memperluas jaringan telekomunikasi ke daerah atau desa-desa terpencil. Namun banyak sekali kendala seperti daerah banyak yang memiliki keterbatasan akses dan terisolasi secara geografis. Contoh lainnya adalah rencana pembangunan Melalui megaproyek Palapa Ring, jaringan tulang punggung komunikasi di wilayah Indonesia Timur. Tentu hal ini akan sangat membantu pembangunan infrastruktur teknologi informasi, sehingga akan tersedia layanan yang dapat terjangkau bagi masyarakat.

Internet dan Fenomena Sosial

Sejak era manajemenqolbu.com hingga CyberMQ, ribuan pesan dari para aksesor, dengan berbagai kepentingan pernah singgah di media ini. Dari yang sekedar Say Hello untuk berkenalan, atau saling memberikan nasehat, hingga ungkapan-ungkapan curahan hati. Padahal boleh jadi sebagian diantara mereka belum pernah bertatap muka secara langsung, semua proses komunikasi hanya berlangsung di dunia maya. Yang menarik, diantara aksesor tersebut ada yang kemudian menemukan pasangan hidupnya lewat interaksi virtual ini. Internet memang unik. Kendati termasuk hal yang relatif baru, namun secara revolusioner Internet telah mengubah metode komunikasi massa dan penyebaran data atau konten. Memang, pertumbuhan internet di tanah air belum sedahsyat telepon selular, namun lalu lintas internet nasional setiap tahun menunjukan peningkatan. Dari data yang dihimpun dari National InterConnection Exchange (NICE) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), harian Bisnis Indonesia belum lama ini melaporkan, di tahun 2006 ini lalu lintas internet diprediksi akan menyentuh angka 2,1 gigabytes per second (Gbps), atau naik sekitar 40 % dari prediksi tahun ini sebesar 1,5 Gbps.

Internet memang fenomenal. Teknologi yang mulai dikenal di tanah air di era 90-an ini telah terbukti sebagai satu-satunya medium global yang paling fleksibel. Internet dengan mudah mampu mengintegrasikan berbagai bentuk media massa konvensional, baik media cetak, audio visual bahkan kebiasaan lisan sekalipun. Namun demikian seperti kita pahami, setiap hal baru yang masuk ke masyarakat pasti membawa dampak atau perubahan sosial. Tak terkecuali dengan internet. Keberadaannya di tanah air telah memberikan banyak implikasi di berbagai sektor kehidupan.

Kebiasaan manusia yang gemar ber-relationship, misalnya. Adanya internet sedikit demi sedikit telah menggeser kebiasaan komunikasi secara face to face. Kehadiran fasilitas chatting, e-mail, milis, maupun layanan komunitas sejenis, diakui membawa manfaat dari sisi efektivitas waktu dan efisiensi biaya. Untuk berkomunikasi secara personal maupun massal, seorang pengguna internet tak perlu repot, cukup melakukannya di depan komputer atau menggunakan gadget. Bahkan dengan adanya Internet telah memungkinkan seseorang untuk melakukan pekerjaannya di rumah, tanpa harus berada di kantor.

Internet juga berdampak terhadap sektor ekonomi dan bisnis. Kehadiran e-commerce yang terus berkembang lambat laun akan merubah kebiasaan bertransaksi sebagian masyarakat kita. Para produsen maupun konsumen akan terbiasa menjual maupun membeli produk dan jasa secara online ketimbang melangkahkan kaki ke outlet penjualan. Ruang dan waktu bukan lagi menjadi kendala. Sebuah perusahaan di Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan kalangan bisnis asing untuk menjalin kerjasama atau ingin mengakses pasar mancanegara.

Di bidang pendidikan, introduksi internet juga membawa perubahan. Sebelum adanya internet, masyarakat Indonesia terutama kalangan akademisi sungguh tidak mudah untuk mencari sumber informasi. Kendati berbagai buku maupun jurnal banyak terdapat di perpustakaan konvensional, namun belum tentu sesuai kebutuhan. Kehadiran internet telah mempermudah seseorang untuk mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan, dimanapun itu (nasional dan mancanegara). Proses distance learning atau kelas jauh yang beberapa waktu lalu mungkin dianggap mustahil, kini sangat memungkinkan dilakukan.

Berbagai implikasi di atas hanyalah contoh. Masih banyak lagi perubahan sosial maupun budaya yang terjadi di sektor lain sebagai dampak teknologi internet. Seperti layanan satu atap dalam E-Government, ataupun trend Blog saat ini yang telah serta merta merubah kebiasaan seseorang dalam menulis agenda harian. Bila sebelumnya cenderung bersifat privat, hanya bisa diketahui pribadi, namun kini justru sebagian masyarakat menjadi tidak sungkan untuk mempublish diary-nya ke publik.

Seperti dua sisi mata uang, setiap hal baru tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitupun dengan internet. Kehadiran internet diakui telah membawa banyak manfaat, namun berbagai ketakutan atas dampak negatif teknologi ini tetap tak bisa kita pungkiri. Internet pun ternyata mengancam kebiasaan bersosialisasi maupun silaturahmi yang menjadi kultur bangsa kita. Kendati para user terlibat silaturahmi secara maya, namun tetap saja kesan hidup individualistis sulit dihindari, karena generasi internet akan lebih banyak menghabiskan waktunya menjelajahi dunia maya.

Belum lagi ancaman kejahatan internet atau kerap disebut CyberCrime yang terus membayangi. Perilaku carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagai kejahatan lain bukan tidak mungkin akan semakin meningkat, apalagi bila tidak ditunjang dengan penegakan hukum.

Namun kita tidak bisa mundur atau mencegah kehadiran internet. Teknologi ini tentunya akan semakin berkembang dan lambat laun akan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari dan mutlak dimiliki. Kuncinya kini tentu berada di masyarakat pengguna internet sendiri. Apakah ingin meraup manfaat sebanyak-banyaknya dari teknologi ini, atau justru memilih terjebak dalam hal-hal yang negatif ? Semuanya tergantung pilihan anda sebagai aksesor.

Minggu, 10 Mei 2009

INTERNET

Secara harfiah, internet (kependekan daripada perkataan 'interconnected networking') ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

Kemunculan Internet

Rangkaian pusat yang membentuk Internet diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET, yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET termasuk kaedah rangkaian tanpa-pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).

Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal hari ini.

Pada sekitar 1990-an, Internet telah berkembang dan menyambungkan kebanyakan pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.

Internet dijaga oleh perjanjian bi atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenal sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board-IAB). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.

Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.

Budaya Internet

Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melamban

gkan penyebaran (decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim. Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.

Akses Internet

Negara dengan akses internet yang terbaik termasuk Korea Selatan (50% daripada penduduknya mempunyai akses jalurlebar - Broadband), dan Swedia. Terdapat dua bentuk akses internet yang umum, yaitu dial-up, dan jalurlebar. Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC masih juga rendah lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet akses seperti warnet, cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses internet adalah di kampus dan dikantor.

Disamping menggunakan PC (Personal Computer), kita juga bisa mengakses Internet melalui Handphone (HP) menggunakan Fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang memiliki kecepatan koneksi 115 kbps dan mendukung aplikasi yang lebih luas (grafis dan multimedia). Teknologi GPRS dapat diakses yang mendukung fasilitas tersebut. Pen-setting-an GPRS pada ponsel Tergantung dari operator (Telkomsel, Indosat, XL, 3) yang digunakan. Biaya akses Internet dihitung melalui besarnya kapasitas (per-kilobite) yang didownload.

Penggunaan Internet di tempat umum

Internet juga semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan, dan internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web. Terdapat juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi, seperti Wifi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook), atau PDA, yang mempunyai kemampuan wifi untuk mendapatkan akses internet.

Tokoh Tokoh Internet Dunia

Sejarah Singkat

Sejarah internet bermula ketika beroperasinya jaringan ARPANET pada tahun 1969. Jaringan ARPANET pertama tersebut hanya menghubungkan empat host komputer dan besar bandwitdh-nya hanya 50kbps.

Untuk lebih jelas, berikut ini diuraikan timeline perkembangan internet sejak berdirinya sampai dekade 90-an menurut sejarah DUNIA:

  • Tahun 1967-1970 Lawrence G. roberts dari machusetts of Technology (MIT) mempresentasikan rencana pembangunan ARPANET.

  • Tahun 1968 proposal ARPANET dibuat untuk memulai proyek tersebut.

  • Tahun 1970 Host ARPANET mulai menggunakan NPC (Network Control Protocol).

  • Tahun 1971-1988 Roy Tomlinson dari BNN menciptakan progam E-mail.

  • 1975 Steve Walker membuat mailling list.

  • 1979 Tom Truscott dan Jim Ellis memperkenalkan USENET.

  • 15 maret 1985 Syimbolic.com tercatat sebagai domain pertama.

  • 1988 Internet Relay chat (IRC) diciptakan oleh Jarkko Oikrane.

  • 1986 National Science Foundation (NSF) Backbone dibentuk.

  • 1996 Internet World Expo.

  • 2003 doc type xhtml, W3C, CSS, RSS, ATOM, blogs.

  • 2006 & WEB 2.0 World Expo.

Sedangkan sejarah di INDONESIA internet berawal dari :

1992 - Berawal dari BPPT - UI - LAPAN. Terbentuk Paguyuban - teknologi packet radio sebagai basis untuk network regional.

1994 - Indointernet sebagai ISP komersial pertama.

1996 - paling tidak 20 ISP komersial & 40 ISP menunggu ijin operasi

2004 - Telah lebih dari 20 ISP, dan koneksinya telah bertambah banyak (dial up, Lease line, ADSL, Cable, Handphone / GPRS, WI FI dan sebagainya).

Dampak internet

Secara umum fungsi internet adalah menyediakan suatu sarana jaringan yang memiliki standarisasi dan mendefinisikan prosedur jaringan sehingga informasi dapat saling dipertukarkan. Perlu diperhatikan bahwa informasi apapun yang ada di internet dapat diakses oleh siapa saja.

Internet yang pada awalnya digunakan di lingkungan Pentagon dan perguruan tinggi serta lembaga-lembaga riset di AS kini merebak ke segala sektor. Mulai dari perusahaan menengah, perusahaan besar, surat kabar, dan bahkan seorang anak dapat menggunakannya. Namun perlu dipahami bahwa dalam era globalisasi ini dimana arus informasi dalam segala bentuknya akan dengan cepat dan mudah diperoleh, ditambah lagi dengan semakin murahnya harga sebuah komputer dan akses internet membuat pemakai internet dari tahun ke tahun makin meningkat.

Internet Sebagai Ancaman

  • Mengalirnya arus ideologi, baik itu ideologi politik, keagamaan, sosial, ekonomi, dan budaya yang bertentangan dengan ideologi negara Indonesia yang akan membawa pada hal-hal yang dapat menyebabkan melemahnya ketahanan nasional.

  • Pola hidup yang semakin individualistis. Orang kini merasa gengsi jika tidak berinternet, padahal belum tentu dia membutuhkan informasi. Karena penjelajahan lewat internet sangat mengasyikkan sehingga membuat orang lalai dari kehidupan sosial. Orang lebih suka bermain game atau melakukan chat yang menghabiskan begitu banyak pulsa telepon hanya sekedar untuk mencari kesenangan.

  • Konsumerisme yang semakin tinggi. Banyak orang kini melakukan online shopping lewat internet. Semakin sering akses ke internet dan mengunjungi web-web komersial, berarti makin banyak barang-barang yang dilihat yang pada akhirnya tergoda dan terpikat untuk membeli. Dengan adanya kartu kredit semuanya semakin mudah saja dan inilah kombinasi yang ampuh untuk menghamburkan uang.

Internet Sebagai Nilai Tambah

  • Mengalirnya informasi yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) baik ilmu sosial, eksakta, ekonomi kedokteran, filsafat, teknik, dan sebagainya. Semua ini dapat menambah dan meningkatkan sumber daya manusia karena motto yang terkenal pada dua dasawarsa terakhir adalah "Siapa yang menguasai informasi dialah yang kuat".

  • Kini adalah era globalisasi dan informasi. Dunia seperti sebuah kota. Kejadian di luar negeri bisa disaksikan di tanah air. Internet membuat semua makin mudah, cepat, tepat, dan tanpa batas. Dalam sekejap informasi dapat tersebar luas.

  • Internet dapat menyadarkan umat manusia bahwasanya kita saling membutuhkan. Tak seorangpun di dunia ini dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain meski bantuan itu tidak disadarinya. Dengan internet orang bisa saling berkenalan, tukar pikiran, membagi pengalaman, dan sebagainya.

  • Internet telah menyadarkan umat manusia bahwa seseorang, kebangsaan, tempat tinggal (negara), bahasa, dan sebagainya dapat saling berkomunikasi dalam satu wadah dengan memakai protokol dan standar yang sama. Bukankah ini dapat menjadikan tolak ukur kepada kita semua, bahwasanya manusia memiliki struktur kimiawi yang sama? Jika kita dapat menyadari semua ini, maka perbedaan di antara kita haruslah dapat dipecahkan bersama-sama pula tanpa memandang perbedaan yang ada.

  • Internet bukan saja dapat memberikan hal-hal yang positif bagi kita tapi juga hal-hal yang negatif. Dengan kemampuan memilih dan memilah, gunakanlah internet sebagaimana mestinya karena kita tidak dapat menghindar dari apa yang sudah menjadi produk dan dijadikan standar. Bukan hanya internet, begitu juga dengan hasil-hasil perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada umumnya seperti TV, parabola, handphone, satelit, dan produk komunikasi lainnya.