Perkembangan Teknologi Informasi "Internet"
Teknologi merupakan produk dari perkembangan budaya serta ilmu pengetahuan manusia. Tujuan awal pencapaian ini adalah mempermudah atau membantu manusia untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Bentuk interaksi itu salah satunya adalah dengan berkomunikasi baik secara verbal maupun nonverbal. Namun kendala yang muncul adalah komunikasi antar individu yang terbatas ruang dan waktu. Sehingga munculah teknologi informasi yang diharapkan sebagai solusi. Maka diciptakanlah alat-alat telekomunikasi baik yang sederhana seperti peluit, bendera semaphore, hingga yang bersifat elektronis diawali dengan pesawat telegram, telepon, radio, televisi, hingga internet. Bahkan di masa kini, terjadi konvergensi antara beberapa piranti telekomunikasi seperti internet dan pesawat telepon. Perkembangannya sendiri terus berjalan mengiringi dinamisnya perkembangan peradaban.
Kompleksitasnya selalu meningkat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain menjadi alat komunikasi antar individu dalam piranti telepon, hasil teknologi informasi juga menjadi sumber informasi. Contohnya melalui televisi, radio, serta internet. Ada hal yang pantas dicermati karena dibanding televisi dan radio, internet menjadi produk teknologi informasi yang paling mutakhir. Internet memungkinkan bukan hanya komunikasi satu arah audio pada radio maupun audiovisual pada televisi namun selain audiovisual juga bersifat dua arah baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Internet juga memiliki fleksibilitas lain seperti tidak adanya batas negara sehingga biaya yang dikeluarkan bisa ditekan dan terbuka kesempatan inovasi ataupun pengembangan yang tak terbatas.
Produk teknologi informasi menjadi sebuah tuntutan di masyarakat modern yang memiliki posisi penting. Hal ini dikarenakan bisa mempengaruhi berbagai bidang kehidupan masyarakat masa kini. Hampir seluruh bidang kehidupan kini telah tersentuh hal ini. Contoh sederhananya mulai dari yang sifatnya individual seperti mencari hiburan atau informasi, antar individu seperti hubungan komunikasi antar orang tua dan anak yang terpisah jarak, sampai yang bersifat kolektif seperti di bidang ekonomi, pialang-pialang saham tentunya membutuhkan informasi tentang perkembangan bursa terbaru. Teknologi informasi telah menjadi bagian, kebutuhan, dan tuntutan dari kehidupan dan budaya masyarakat modern.
Dengan teknologi informasi manusia bukan hanya berhasil menemukan solusi batas komunikasi dan menembus batas-batas jarak,waktu, dan ruang namun juga mengubah bagaimana manusia cara manusia melakukan aktivitasnya. Dengan teknologi informasi manusia melakukan banyak efesiensi dalam aktivitas. Sehingga terjadi peningkatan produktivitas yang sangat signifikan. Taruhlan suatu perusahaan sebelum era komputerisasi yang masih menggunakan mesin ketik manual. Ketika dokumen harus dikirim ke cabang, mereka juga membutuhkan kurir. Namun ketika era komputerisasi datang ada banyak efesiensi. Dari segi biaya perusahaan akan mendapat penghematan karena tidak membutuhkan adanya perawatan dan pita tinta mesin ketik karena sudah tergantikan komputer. Komputerisasi juga membuka peluang perusahaan tidak usah menggunakan kertas lagi karena dokumen bisa dikirim ke cabang secara elektronis melalui jaringan internet. Ketika teknologi informasi masuk ke suatu bidang terbukti bahwa terjadi peningkatan efesiensi kerja. Namun layaknya pedang bermata dua, timbul ekses negatif konsekuensi dari efesiensi tersebut. Dalam contoh diatas seperti hilangnya peranan manusia (kurir) sehingga mengurangi lapangan kerja, rawannya data perusahaan terhadap serangan pihak luar karena menggunakan internet yang terdapat banyak celah untuk melakukan pencurian ataupun penyalahgunaan data perusahaan.
Dampak negatif tentu ada di semua hal, dan hal ini berlaku pula pada teknologi informasi. Namun dengan tujuan awal mempermudah kehidupan kita, seharusnya kita menyanggupi tantangan untuk meminimalisir hal negatif tersebut. Langkah preventif seperti melakukan edukasi dan sosialisasi pemanfaatan teknologi informasi yang baik dan sesuai peruntukannya sangat penting demi membangun kesadaran public. Di sisi lain langkah reaktif seperti UU ITE juga sangat penting dalam memberikan jaminan tindak lanjut dari penyalahgunaan teknologi informasi. UU ini menjadi tonggak sejarah bagi bangsa ini karena dengan perangkat hukum ini para penguna akhirnya mendapat suatu jaminan akan kontrol resiko dan dampak buruk yang awalnya sangat absurd.
Di Indonesia, perkembangan teknologi informasi telah dimulai sejak zaman kolonial Belanda. Pada tahun 1884 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan perusahaan swasta yang menyediakan jasa pos domesetik dan jasa telegram internasional. Jasa telepon tersedia pertama kalinya pada tahun 1882. Perusahaan yang didirikan oleh kolonial Belanda ini menjelma menjadi PT Telkom. Pada tahun 1990 hingga sekarang perkembangan teknologi informasi semakin pesat. Indonesia memulai era internet sekitar tahun 1990 dengan beberapa tokoh pelopor seperti RMS Ibrahim, Suryono, Adisoemarta, Muhammad ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo. Penyedia layanan internet (ISP) pertama IndoNet muncul pada tahun 1992. Kini kita sudah dapat menikmati jalur peta lebar degan kecepatan megabyte per detik. Mulai tahun 1992 mulai bermunculan perusahaan layanan telepon seluler swasta seperti PT Satelindo, PT Telkomsel, PT Excelcomindo Pratama, dll. Teknologi komunikasi seluler GSM dan CDMA terus berevolusi hingga sekarang. Evolusi teknologi komunikasi GSM umumnya terjadi pada layanan akses data seluler yang dimulai dengan layanan GPRS mulai tahun 2003, EDGE, 3G atau UTMS pada tahun 2006 hingga teknologi generasi 3,5 HSDPA yang mulai digelar tahun 2007 oleh PT Indosat. Tak lupa CDMA-EVDO yang sudah digelar oleh operator CDMA yang merupakan kelanjutan evolusi teknologi komunikasi nirkabel CDMA.
Pemerintah sendiri telah beritikad baik dengan menjalankan berbagai proyek untuk memajukan pemerataan infrastruktur teknologi informasi. Contohnya adalah jaringan telepon USO (Universal Service Obligation) sebagai usaha untuk memperluas jaringan telekomunikasi ke daerah atau desa-desa terpencil. Namun banyak sekali kendala seperti daerah banyak yang memiliki keterbatasan akses dan terisolasi secara geografis. Contoh lainnya adalah rencana pembangunan Melalui megaproyek Palapa Ring, jaringan tulang punggung komunikasi di wilayah Indonesia Timur. Tentu hal ini akan sangat membantu pembangunan infrastruktur teknologi informasi, sehingga akan tersedia layanan yang dapat terjangkau bagi masyarakat.
Internet dan Fenomena Sosial
Sejak era manajemenqolbu.com hingga CyberMQ, ribuan pesan dari para aksesor, dengan berbagai kepentingan pernah singgah di media ini. Dari yang sekedar Say Hello untuk berkenalan, atau saling memberikan nasehat, hingga ungkapan-ungkapan curahan hati. Padahal boleh jadi sebagian diantara mereka belum pernah bertatap muka secara langsung, semua proses komunikasi hanya berlangsung di dunia maya. Yang menarik, diantara aksesor tersebut ada yang kemudian menemukan pasangan hidupnya lewat interaksi virtual ini. Internet memang unik. Kendati termasuk hal yang relatif baru, namun secara revolusioner Internet telah mengubah metode komunikasi massa dan penyebaran data atau konten. Memang, pertumbuhan internet di tanah air belum sedahsyat telepon selular, namun lalu lintas internet nasional setiap tahun menunjukan peningkatan. Dari data yang dihimpun dari National InterConnection Exchange (NICE) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), harian Bisnis Indonesia belum lama ini melaporkan, di tahun 2006 ini lalu lintas internet diprediksi akan menyentuh angka 2,1 gigabytes per second (Gbps), atau naik sekitar 40 % dari prediksi tahun ini sebesar 1,5 Gbps.
Internet memang fenomenal. Teknologi yang mulai dikenal di tanah air di era 90-an ini telah terbukti sebagai satu-satunya medium global yang paling fleksibel. Internet dengan mudah mampu mengintegrasikan berbagai bentuk media massa konvensional, baik media cetak, audio visual bahkan kebiasaan lisan sekalipun. Namun demikian seperti kita pahami, setiap hal baru yang masuk ke masyarakat pasti membawa dampak atau perubahan sosial. Tak terkecuali dengan internet. Keberadaannya di tanah air telah memberikan banyak implikasi di berbagai sektor kehidupan.
Kebiasaan manusia yang gemar ber-relationship, misalnya. Adanya internet sedikit demi sedikit telah menggeser kebiasaan komunikasi secara face to face. Kehadiran fasilitas chatting, e-mail, milis, maupun layanan komunitas sejenis, diakui membawa manfaat dari sisi efektivitas waktu dan efisiensi biaya. Untuk berkomunikasi secara personal maupun massal, seorang pengguna internet tak perlu repot, cukup melakukannya di depan komputer atau menggunakan gadget. Bahkan dengan adanya Internet telah memungkinkan seseorang untuk melakukan pekerjaannya di rumah, tanpa harus berada di kantor.
Internet juga berdampak terhadap sektor ekonomi dan bisnis. Kehadiran e-commerce yang terus berkembang lambat laun akan merubah kebiasaan bertransaksi sebagian masyarakat kita. Para produsen maupun konsumen akan terbiasa menjual maupun membeli produk dan jasa secara online ketimbang melangkahkan kaki ke outlet penjualan. Ruang dan waktu bukan lagi menjadi kendala. Sebuah perusahaan di Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan kalangan bisnis asing untuk menjalin kerjasama atau ingin mengakses pasar mancanegara.
Di bidang pendidikan, introduksi internet juga membawa perubahan. Sebelum adanya internet, masyarakat Indonesia terutama kalangan akademisi sungguh tidak mudah untuk mencari sumber informasi. Kendati berbagai buku maupun jurnal banyak terdapat di perpustakaan konvensional, namun belum tentu sesuai kebutuhan. Kehadiran internet telah mempermudah seseorang untuk mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan, dimanapun itu (nasional dan mancanegara). Proses distance learning atau kelas jauh yang beberapa waktu lalu mungkin dianggap mustahil, kini sangat memungkinkan dilakukan.
Berbagai implikasi di atas hanyalah contoh. Masih banyak lagi perubahan sosial maupun budaya yang terjadi di sektor lain sebagai dampak teknologi internet. Seperti layanan satu atap dalam E-Government, ataupun trend Blog saat ini yang telah serta merta merubah kebiasaan seseorang dalam menulis agenda harian. Bila sebelumnya cenderung bersifat privat, hanya bisa diketahui pribadi, namun kini justru sebagian masyarakat menjadi tidak sungkan untuk mempublish diary-nya ke publik.
Seperti dua sisi mata uang, setiap hal baru tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitupun dengan internet. Kehadiran internet diakui telah membawa banyak manfaat, namun berbagai ketakutan atas dampak negatif teknologi ini tetap tak bisa kita pungkiri. Internet pun ternyata mengancam kebiasaan bersosialisasi maupun silaturahmi yang menjadi kultur bangsa kita. Kendati para user terlibat silaturahmi secara maya, namun tetap saja kesan hidup individualistis sulit dihindari, karena generasi internet akan lebih banyak menghabiskan waktunya menjelajahi dunia maya.
Belum lagi ancaman kejahatan internet atau kerap disebut CyberCrime yang terus membayangi. Perilaku carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagai kejahatan lain bukan tidak mungkin akan semakin meningkat, apalagi bila tidak ditunjang dengan penegakan hukum.
Namun kita tidak bisa mundur atau mencegah kehadiran internet. Teknologi ini tentunya akan semakin berkembang dan lambat laun akan menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari dan mutlak dimiliki. Kuncinya kini tentu berada di masyarakat pengguna internet sendiri. Apakah ingin meraup manfaat sebanyak-banyaknya dari teknologi ini, atau justru memilih terjebak dalam hal-hal yang negatif ? Semuanya tergantung pilihan anda sebagai aksesor.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar